Tampilkan postingan dengan label Kontes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontes. Tampilkan semua postingan

Tentang #KarapanSapi2013 Anti Kekerasan

Karapan sapi, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karapan sapi adalah sebuah perlombaan pacuan sapi yang berasal dari pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain. Trek arena pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh detik sampai satu menit.

Berawal dari keresahan para pemilik sapi kerapan akan sedikitnya event perlombaan karapan sapi, terutama di kabupaten Bangkalan, maka PERKASA (Persatuan Karapan Sapi Bangkalan) bekerja sama dengan komunitas blogger Madura atau yang biasa kita panggil mereka plat-m dengan ini menyelenggarakan acara yang bertajuk Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan pada tanggal 30-31 Maret 2013.

Minggu, 31 Maret 2013, pagi-pagi sayapun meluncur ke pulau Madura karena penasaran pengen nonton langsung yang namanya karapan sapi. Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan kali ini diadakan di lapangan Skep Bangkalan, Madura. Dan yang bikin saya lebih semangat lagi buat nonton adalah karena ternyata temen-temen dari komunitas blogger Madura alias plat-m juga turut menjadi panitia dalam acara ini. 

Sekitar pukul 09.00 WIB saya dan temen saya sampai di lokasi. Suasananya sudah ramai dengan para penonton yang berdatangan. Berdasarkan info, hari itu adalah hari terakhir lomba karapan sapi dimana yang diperlombakan adalah sapi-sapi kelas besar yang berasal dari 4 kabupaten di Madura. Bayangin, keren kan??? Sehari sebelumnya (30 Maret 2013) juga diadakan lomba karapan sapi untuk kelas sapi kecil. Disitu, sempat saya dengar juga alunan musik yang ternyata itu adalah musik saronen, yakni musik yang digunakan sebagai penggiring tim karapan sapi (sapi beserta pemiliknya) ketika hendak masuk ke lapangan.

Waktu saya sampai disana, beberapa kali mata saya sudah disuguhi oleh beberapa atraksi karapan sapi. Tapi ternyata itu baru pemanasan aja. Gile... baru pemanasan aja udah seru gitu apalagi pas tanding ya?? Itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Lebih kerennya lagi, joki yang ada di atas sapi-sapi itu ternyata masih anak-anak loh... usianya masih sekitar 7-10 tahun gitu.

Sekitar jam 11.00 WIB lomba karapan sapipun dimulai. Terlihat sisi dilapangan, ada 2 pasang sapi yang sudah bersiap-siap meluncur. Dan tidak lama kemudian sapi-sapi tangguh ini pun berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish. Riuh suara kaleng-kaleng penyemangat ditambah suara sorak-sorai penonton menambah meriah acara yang juga disponsori oleh idblognetwork dan idbuzznetwork ini tiap kali sapi-sapi tangguh itu dipacu di arena kerapan.


Posisi awal saya waktu itu di tribun, nyaman sih tapi kok kayaknya kurang puas ya... akhirnya saya pun memutuskan untuk bergabung dengan temen-temen plat-m di samping arena kerapan.


Meski panasnya pakek banget tapi puasnya juga pakek double banget bisa lihat sapi-sapi yang lari kenceng itu dari deket. Meski agak takut juga, takut sapinya noleh ke saya dan lari ke saya hehehe... Tapi seru...





Nah, karena posisi saya berada didekat arena kerapan, beberapa kali saya lihat bagian tubuh sapi itu ada luka, terutama di bagian pantatnya. Konon ceritanya, ketika sapi-sapi itu dipacu di arena, alat yang digunakan untuk memacu (cambuk) itu diberi paku-paku dan balsem. Tujuannya adalah agar sapi-sapi kesakitan dan larinya semakin kencang. Bisa dibilang, semakin disakiti, semakin kecang sapi-sapi itu akan berlari. Tidak hanya dibagian pantat, tapi di bagian mata juga biasanya diberi balsem dengan tujuan yang sama.


Tapi diacara Karapan Sapi 2013 kali ini anti kekerasan kok. Penyelenggara dalam perlombaan ini seolah ingin menyampaikan bahwa Karapan Sapi itu tidak seharusnya menggunakan kekerasan. Disamping tidak etis melukai seekor hewan demi sebuah permainan, dalam agama pun kita dilarang menyakiti hewan. Bisa dilihat, para joki di Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan ini tidak menyertakan paku pada alat cambuknya. Jadi luka-luka yang ada di pantat sapi itu tidak seberapa dan hanya berasal dari cambuk biasa saja.


Meskipun ini baru pertama kalinya saya nonton tapi saya sudah merasakan bahwa betapa unik dan meriahnya salah satu budaya dari pulau Madura ini yang sangat disayangkan kalau sampek ditinggalkan begitu saja oleh para warga Madura. Apalagi kalau harus diwarnai kekerasan seperti yang saya bahas diatas itu. Karapan sapi itu punyanya Madura, Madura punya Karapan sapi. Sungguh 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Semoga dengan terselenggaranya acara ini, bisa terus melestarikan budaya Madura terutama untuk kalangan pemudanya untuk terus mengembangkan konten positif tentang Madura. 

Sekali lagi, selamat atas terselenggaranya Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan. Di tunggu event yang lebih seru lagi dan teruslah menduniakan Madura.



Photobucket
Photobucket

Industrialisasi Pendidikan Indonesia

Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar kata "industri"? Jika diartikan menurut asal katanya, industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan. Lalu, apa hubungannya dengan pendidikan terutama pendidikan di Indonesia? Mari kita coba lihat.

Industrialisasi sangat berkaitan dengan perbuatan menjadikan sesuatu sebagai barang dagangan, atau yang disebut dengan komersialisasi. Berkaitan dengan pendidikan, maka pengertian komersialisasi pendidikan bisa dikatakan menjadikan pendidikan itu sebagai sesuatu yang diperjualbelikan, dimana pihak penyelenggara pendidikan lebih mengutamakan keuntungan tanpa mengindahkan muatan nilai sosial kemasyarakatan, budaya dan aspek legalitas tujuan penyelenggaraan pendidikan. Dengan kata lain, komersialisasi pendidikan berarti menjadikan pendidikan sebagai sektor jasa yang diperdagangkan.

Hal tersebut mengandung makna bahwa siapapun dapat mengikuti pendidikan selama mampu untuk membayar seluruh biaya yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dampaknya adalah yang mampu membayar biaya operasional sekolah dapat memperoleh jasa pendidikan, sebaliknya yang tidak mampu membayar tidak akan dapat menikmati jasa pendidikan yang dimaksud. Padahal semestinya pendidikan sebagai upaya pembentukan moral dan watak bangsa tidak boleh diperlakukan sebagai “barang” yang diperjual belikan sebagai komoditas.

Ada setidaknya 5 kriteria lembaga sekolah dikategorikan komersil:
  • Penyelenggaraan pendidikan dijadikan  komoditi yang diperjualbelikan.
  • Memerlukan biaya mahal (hanya dapat dijangkau oleh masyarakat kaya).
  • Tidak memberi kesempatan kepada peserta didik dari kalangan masyarakat kurang/tidak mampu (miskin).
  • Tidak memberi “subsidi silang/dispensasi” uang sekolah bagi siswa yang kondisi orangtua tidak mampu dari segi ekonomi.
  • Misi penyelenggaraan pendidikan lebih berorientasi mencari keuntungan.
Diakui atau tidak, pendidikan kini mulai tergerus arus materialisme. Motif bisnis nyaris selalu tersimpan di balik predikat sekolah unggulan. Dunia pendidikan ternyata juga tak lepas dari “mata jeli” para pebisnis. Berdalih pendidikan terpadu, bertaraf internasional, dan seabreg fasilitas, sekolah-sekolah bercap unggulan pun tumbuh menjamur dengan harga yang selangit. Tentu pendidikan adalah kebutuhan sepanjang zaman setiap manusia. Karena itu, bisnis di bidang ini adalah komoditas yang sangat menarik.

Ini semua juga merupakan refleksi atas dampak liberalisasi perdagangan global terhadap komodifikasi (commodifation) pendidikan. Komodifikasi merupakan proses transformasi yang menjadikan sesuatu menjadi komoditi atau barang untuk diperdagangkan demi mendapat keuntungan.

Dewasa ini umat manusia telah memasuki zaman baru yang ditandai dengan menguatnya paham Pasar bebas, yang dikenal sebagai zaman globalisasi. Tradisi umat manusia untuk mempertahankan eksisitensi mereka melalui pendidikan mendapat tantangan, karena pendidikan bagi sebagian manusia dapat digunakan untuk mengakumulasi kapital dan mendapatkan keuntungan. Bagaimana mungkin tradisi manusia tentang visi pendidikan sebagai strategi untuk eksistensi manusia yang telah direproduksi berabad-abad selama ini, diganti oleh suatu visi yang meletakkan pendidikan sebagai komoditi.

Hiruk piruknya sekolah sebagai pasar, tempat transaksi apa saja, baik produk industri manufaktur, jasa, maupun produk kebijakan itu telah mengubah suasana dan fungsi sekolah. Suasana sekolah sudah tidak kondusif lagi sebagai proses pembelajaran, karena guru pun sudah sibuk dengan bisnis barunya. Sedangkan fungsi sekolah juga sudah bergeser, bukan tempat untuk proses pembelajaran, melainkan tempat untuk jual beli produk dan mencari keuntungan bagi siapa pun: guru, kepala sekolah, tata usaha, industri cetak, industri penerbitan, studio foto, industri tekstil, penjahit, pejabat, dan lain-lain.

Tidakkah kita memikirkan akan dibawa kemana masa depan anak didik jika sistem pendidikan seperti ini terus menerus terjadi di negeri ini???

Think again.

Serunya nonton TV ala Groovia Lite Anytime Anywhere

Bagi yang suka aplikasi streaming, udah pasti kenal Groovia Lite dong ya... Groovia Lite adalah salah satu produk unggulan dari PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Groovia Lite adalah portal hiburan, informasi dan life style yang berupa berbagai macam konten streaming digital maupun aplikasi seperti video film, video music, radio, TV on demand.

Groovia Lite Anytime Anywhere, begitulah tag line-nya. Yang paling saya suka dari Groovia Lite adalah live streaming TV-nya. Enaknya lagi, misalkan kita kelewatan nonton acara TV 3 hari yang lalu, di Groovia Lite kalo kita mau nonton bisa kok.  


Sesuai dengan tag line-nya, Groovia Lite ini dapat diakses anytime dan anywhere melalui gadget yang telah kita miliki seperti di Android. Groovia Lite ini juga dapat di install di tablet,  Ipad,  Iphone dan jalankan di komputer(PC) tentunya.  Bagi kamu yang gaya hidupnya sibuk dan serba modern, Groovia Lite ini sangat cocok karena bisa di nikmati di waktu luang kamu dimanapun kamu berada.  Makanya nggak salah kalau program ini disebut Groovia Lite Anytime Anywhere. Karena bisa di nikmati kapanpun dan dimanapun kita berada.

Yang belum pernah berkunjung ke situs Groovia Lite, yuk buruan install gadget kamu dengan aplikasi Groovia Lite ini dan nikmati keunggulan dari Groovia Lite Anytime Anywhere
Bagi yang menggunakan gadget android bisa download program ini di market / google play dengan gratis. Atau yang biasa pakai PC bisa dibuka di webnya langsung di www.groovialite.com 
Buat info lebih lanjut ikutin aja di @GrooviaLite atau di Facebook fans Page Groovia Live

Groovia Lite Anytime Anywhere

Tentang #blonek dan Ahmad Bustomi

Well... mungkin perjalananku kali ini nggak begitu terkesan nekat atau gimana buat kalian. Kalo menurutku sendiri sih ini masih semi nekat. Perjalanan yang bakal aku ceritain disini adalah perjalananku sebagai seorang blogger sekaligus sebagai seorang bustomer (sebutan bagi para penggemar Ahmad Bustomi). Waktu itu aku belum sampek gabung di komunitas blogger macam sekarang ini. Lokasi yang aku tujupun nggak jauh-jauh dari tempat tinggalku sekarang yakni ke kota Malang. Yah, perjalanan ini kurang lebih aku alami pas awal tahun 2011. Tepatnya beberapa bulan sejak aku mulai tinggal di Surabaya dan belum pernah pergi ke luar kota manapun "sendirian".
Btw ngapain vir ke Malang? pakek nekat pula?

Oke jadi gini, tau sendiri kan pas akhir tahun 2010 dunia sepak bola Indonesia lagi heboh-hebohnya sama pertandingan AFF. Uforianya menjalar dari anak-anak kecil sampek orang-orang tua. Bahkan nggak terkecuali aku yang awalnya nggak demen banget sama yang namanya bola jadi mendadak gila bola gara-gara perebutan piala AFF ini. Singkat cerita, dari semua pemain timnas yang waktu itu total-totalan membela merah putih, aku paling suka sama yang namanya Ahmad Bustomi. Yak, pemain bernomor punggung 19 ini buatku begitu kharismatik dan sportif baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Kok bisa tau vir kalo pas diluar lapangan?
Iyah, mungkin ketemu langsung belum pernah tapi banyak temen deketnya yang aku follow, so dengan mudah deh bisa tau gimana sih kehidupan nyata seorang Ahmad Bustomi alias Cimot ini. Termasuk salah satu temen deketnya yang kebetulan waktu itu punya inspirasi bikin t-shirt buat para penggemar AB, mas @roon_nie. For your information, ini t-shirt bukan sembarang t-shirt ya, jadi di t-shirt ini bakalan ada tanda tangan asli dari AB sendiri. Kayak gini desain awalnya...


T-shirt ini limited edition, cuman di pruduksi 2 kali dan pastinya aku nggak mau ketinggalanlah ya. Setalah aku tanya-tanya ke para Bustomer lainnya akhirnya aku coba order di produksi yang kedua. Sistemnya dilevery order cuman aku sengaja nggak kasih ongkos kirimnya soalnya aku pengen ngambil sendiri ke Malang, siapa tau bisa ketemu sama AB gitu. Aku lupa sih hari apa waktu itu yang jelas, di hari itu, aku janjian sama mas @roon_nie tepat jam 4 sore di Matos ( Malang Town Square). Dan disinilah perjalanan #blonek dimulai.

For your information lagi, ini pertama kalinya aku jalan ke Malang naik angkutan umum, sendirian pula. Dengan santainya aku berangkat dari Surabaya sekitar jam setengah 3 sore naik bus umum jurusan Malang. Ternyata aku salah perkiraan. Pas nyampek di Porong, jalanan arah ke Malang macet yang kurang lebih panjangnya 3 km. Setelah satu jam, baru deh lancar itu jalan. Wuihh... dalem hati udah takut banget tuh. Takut di tinggal sama mas @roon_nie dan nggak jadi dapet t-shirtnya, takut juga keburu malem pas nyampek Malang padahal nggak ada rencana buat nginep disana. Dan akhirnya hampir jam 5 sore, aku baru nyampek di terminal Arjosari.
Terus mas @roon_nie-nya gimana Vir? 
Iyah... maybe dia udah  gigit-gigit meja kali ya gara-gara nungguin orang yang nggak jelas macam aku gini. hehe... peace ya mas :D. Tapi setelah aku jelasin kalo aku abis kena macet, akhirnya jam ketemuan kita ditunda sampek abis selese sholat maghrib. Nggak pakek nunggu lama, abis sholat maghrib di musholla deket terminal, aku langsung aja lari ke arah tempat mangkalnya angkutan kota alias angkot. Yang bikin kaget, rata-rata angkotnya sama semua warnanya, biru. Yang bedain cuman kode jurusan di bagian depan atau belakangnya aja. Ada AL, GL, ABG, AJG, ASD, AT, AG dan masih banyak lagi yang semuanya bikin bingung. Emang sebelumnya udah cari informasi sih aku harusnya naik yang kode apa tapi gara-gara buru-buru ngejar waktu, ngejar mas @roon_nie sama ngejar t-shirt Bustomer, dengan PD-nya aku naik angkot berkode ADL nggak pakek ragu dan nggak pakek nanya dulu.
Hampir satu jam muterin jalanan kota Malang dan hape udah nggak pernah diem, penuh sama panggilan dari mas @roon_nie, dalam hati pun bertanya-tanya, "kok nggak nyampek-nyampek yah?". Kebetulan ada ibu-ibu setengah baya duduk disebelahku, aku coba tanya dengan tampang tak berdosa.
"Mmm... Matos kalo dari sini masih jauh ya buk?".
Si ibu nggak mau kalah, dengan tampang yang ngece beliau pun menjawab,
"Wahh... udah kelewat nak, mestinya udah turun dari tadi, atau kalo nggak dari terminal tadi naik AL aja nanti langsung lewat depannya"
OMG!!! Oke dan ternyata aku salah naik angkot. Mestinya AL, bukan ADL ( '-.-) #payah
Kayaknya bagian ini nggak usah dibahas lebih lanjut lagi yah *nyari alesan*
Setelah turun di sebuah jalan yang aku nggak tau itu jalan apa dan daerah mana, aku coba mikir. Gimana caranya biar bisa nyampek Matos secepatnya. Sempet mikir naik taksi tapi apesnya nggak ada satu taksipun yang lewat di jalan itu. Awalnya aku emang nggak mau ngrepotin siapapun dalam rangka #blonek kali ini. Tapi mau nggak mau aku minta pertolongan seseorang biar aku bisa nyampek Matos dengan segera. Serangkaian nomor telepon temen-temen yang ada di Malang udah aku hubungi semua dan hasilnya nihil. Nggak ada yang bisa nganter aku secepatnya ke Matos. Akhirnya aku ingat kalo ad` satu orang yang dulunya sering banget berkunjung ke blogku (bukan blog yang ini, blog yang lebih dulu aku buat dan sepertinya udah nggak bisa di akses sekarang :D). Namanya mas Adrian, dia bukan blogger sih, tapi lumayan sering kunjung ke blogku dan lumayan sering juga komunikasi lewat Facebook. Nggak lama kemudian... whushss...whushss... aku pun nyampek di Matos tepat jam 8 malem atas bantuan mas Adrian.
Mas @roon_nie-nya mas gigit-gigit meja nggak Vir?? 
Ahh... udah nggak kok, dia udah santai kayak di pantai gitu di rumahnya. Iyah... jadi karena nungguin aku yang kelamanaan datengnya, jadinya dia merana, kecewa, putus asa dan patah hati lalu pulang ke rumahnya. haha... #lebay. Nggak jadi ketemuan dan nggak jadi dapet t-shirt. :( ya iyalah jelas aja di tinggal pulang, janjiannya jam 4 sore eh datengnya jam 8 malem ( '-.-). Jangan di contoh ya sodara-sodara.
Terpaksa, malem itu aku harus nginep dulu di rumah kost salah satu temenku, lokasinya tepat dibelakangnya UIN Malang. Paginya, kita (aku sama mas @roon_nie) janjian ketemu di depan Universitas Brawijaya. Kalo yang kali ini nggak pakek nyasar, udah hafal soalnya kalo daerah situ :D. Dan, finally... aku dapetin juga apa yang jadi tujuan dari perjalananku ini...
tampak dari belakang

tampak dari depan

Yang dapat diambil pelajaran dari perjalanan ini:
  • Sebagai #blonek yang nekat senekat-nekatnya, tetep harus punya wawasan yang luas soal tempat yang akan dikunjungi
  • #blonek harus selalu terhubung sama Google Map biar nggak nyasar kayak yang punya blog ini. Yah kalo nggak ada Google Map paling nggak ya map biasa ajalah :D
  • Ketika salah tujuan, #blonek jangan panik. Keadaan panik sudah pasti akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab macam copet, rampok atau banci jalanan mungkin :D
  • #blonek lebih asyik kalo perginya bareng-bareng sama sesama #blonek
 *point-point diatas cuman boleh diambil aja yah, jangan dibener-bener di terapin dikehidupan nyata, belum di uji kevalidannya soalnya :D Kalo nyatanya nggak berhasil, nggak ikut nanggung yahhh .... hehehe

Itu tadi pengalaman  #blonek-ku... mana pengalamanmu???

My Blog, My Story and My Trash

Di era modern seperti ini sudah tidak asing lagi mungkin dengan yang namanya blog. Dan seiring perkembangannya blog juga menjadi salah satu media yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misal saja blog yang mulai di buat untuk catatan sehari-hari (baca: diary) sampai blog yang digunakan untuk berbisnis. Itupun masih ada spesifikasinya masing-masing. Blog sepertinya sudah erat sekali dengan kehidupan kita. Tidak pandang tua, muda, yang masih single atau udah berkeluarga, dari profesi apa saja, dan baik dari laki-laki atau perempuan. Bicara soal ngeblog dan perempuan, gimana sih sebenernya relasi antara keduanya? Bermanfaatkah? Atau sebaliknya? Based on my self , berikut ini cerita saya soal ngeblog.


My blog, my story and my trash

Jadi ceritanya tepatn bulan April 2011 saya baru aktif ngeblog. Masih newbie yaa??? Hu’um bener…

Oke jadi akan saya mulai dari awal. Sebenarnya saya punya blog sudah dari tahun 2008 gitu, jamannya masih labil, dan bisa di tebak isinya pun juga soal hal-hal yang buat saya aja nggak penting, apalagi buat orang lain. Intinya itu blog cuma saya jadiin tempat sampah aja. Dari dulu saya emang udah kebiasa nulis apa aja di buku diary, tapi semenjak kenal yang namanya blog, udah males lagi dan kayaknya lebih enak menumpahkan semua isi hati di media ini. Tapi karena dulu belom bisa akses inet tiap hari jadi nggak bisa cerita-cerita tiap hari juga. Seiring dengan aktivitas –aktivitas baru saya di kota ini dan beberapa masalah psikologis yang saya alami, akhirnya satu tahun kemudian terbengkalai lah blog itu. Sampai pada suatu hari entah berapa lama kemudian pas saya mau ngakses blog ini, eh lupa passwordnya sama emailnya. Gubraakkk!!!

Cinta | Antara Takdir dan Pilihan


Blogger Bicara Cinta
Tidak akan ada habisnya jika kita bicara soal cinta. Setiap orang pasti punya rasa cinta karena cinta itu adalah suatu rasa yang manusiawi yang di berikan Tuhan pada setiap hamba-Nya. Ketika kita terlahir ke dunia maka seketika itu juga cinta hadir menyertai kita.Setiap orang tidak akan bisa hidup tanpa cinta. Percayalah itu, sekalipun itu cinta terhadap uang :D Tuhan tidak akan menciptakan hawa untuk adam jika Tuhan juga tidak menciptakan cinta diantara keduanya. Cinta adalah takdir, yang sudah ditetapkan Tuhan untuk semua hamba-Nya.

Cinta akan tumbuh sesuai dengan pribadi seseorang yang membawanya. Dimana dan dengan siapa kita bergaul itu sudah jelas akan mempengaruhi seni cinta kita. Disinilah cinta dikatakan sebagai pilihan. Bagaimana cara berpikir pun kadang juga mempengaruhi seni dari cinta itu. 
Sepertinya tulisan yang saya buat ini terlihat sangat singkat, tapi tak apalah demi memberikan sebuah jawaban atas pertanyaan ini
 
Menjadi manusia yang punya rasa cinta terhdapa lawan jenis itu adalah takdir sodara, tapi bagaimana cara kita dan dengan siapa kita kita akan melabuhkan cinta, itu adalah pilihan. Hati-hati dan nkimatilah dengan yang namanya cinta.

Regards

Februari with Love (katanya)

Banyak yang bilang Februari itu bulan penuh cinta. Haha... jadi pengen ketawa. Kenapa vir? Ahh nggak apa-apa, cuma pengen ketawa aja. Kalo buat vira sih nggak cuma Februari aja, dari Januari sampek ke Desember juga hari-hari saya selalu penuh cinta... #tsaaahh
Tapi demi menghormati mereka yang merayakan bulan cinta ini dan juga dalam rangka memeriahkan kontes yang diadakam oleh om Marsudiyanto maka di Februari yang katanya penuh cinta ini saya akan berpuisi ria ^^  
Cuma berhubung status saya adalah #jomblongenes maka puisi ini saya tujukan untuk keluarga baru saya Komunitas Blogger Bojonegoro

CINTA BARU
aku terbangun dan aku tersenyum
aku berjalan dan aku tersenyum
aku menangis tapi aku pun tetap tersenyum

dari mana datangnya senyum itu?
tentu saja dari cinta kalian kawan
cinta tulus tanpa pamrih
cinta untuk tanah kita

kalian adalah warna baru di halaman hidupku
aku cinta kalian

[elvira : 2012]


ini adalah pertama kalinya saya memposting sebuah puisi, jadi harap maklum yeee
Supported by : Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML


Konten Lokal Yang Di Butuhkan Indonesia

Tidak bisa di pungkiri seiring berkembangnya teknologi dan informasi, terkadang kita sebagai seorang anak bangsa sedikit melupakan identitas diri sebagai bangsa yang berbudaya. Adapun identitas bangsa itu bisa diartikan dalam berbagai hal. Salah satu contohnya adalah bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang banyak budayanya. Tetapi ironisnya, seiring dengan perkembangan jaman, konten-konten lokal yang menjadi identitas itu seakan dilupakan sendiri oleh penduduknya. Lalu jika keadaan sudah seperti itu, sebagai anak bangsa yang tentunya masih cinta dengan budaya lokal, apa yang seharusnya kita lakukan? Pastinya banyak sekali hal-hal positif yang bisa kita lakukan sebagai bentuk cinta kita terhadap konten lokal Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengangkat konten lokal yang sekarang sedang dibutuhkan oleh Indonesia. Akan menjadi hal yang sangat menggembirakan ketika dalam mengangkat konten-konten lokal itu kita (terutama blogger) didukung sepenuhnya oleh XL Axiata (XL Konten Seru). XL Axiata disini dimaksudkan agar kita sebagai anak bangsa untuk tidak melupakan konten-konten lokal agar xlalu cinta Indonesia. Dengan mendukung  konten lokal Indonesia maka secara tidak langsung kita tidak akan melupakan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan budaya. Lalu, konten seperti apa yang sekarang dibutuhkan oleh Indonesia?

Senyum Sederhana


Senyum adalah cara kita menatap dunia
Senyumku adalah senyum sederhana
Sederhana bukan berarti tak punya
Kesederhanaanku sarat akan makna