Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Awalnya Penasaran | Holiday Part 1

Iya, awalnya emang penasaran sama destinasi wisata yang satu ini yang digagas oleh beberapa temen ustadz/ustadzah disekolah. Karena kalo nggak penasaran, saya nggak mungkin ikut di perjalanan kali ini. Setelah melalui beberapa opsi, akhirnya diputuskanlah rihlah kita semester ini adalah ke Eco Green Park, Batu, Jawa Timur.

Begitu mendengar namanya, reflek tangan ini langsung searching di google soal tempat itu. Setelah membaca beberapa artikel, kurang lebih kesimpulanku semacam taman wisata edukasi gitu.

Dan akhirnya tibalah di hari paling menyenangkan itu. Total temen-temen ustadz/ustadzah yang ikut sekitar 30 orang. Rencana awal berangkat dari SDIT pukul 4.30 WIB dengan menggunakan bus kecil. Karena rumah saya sejalur dengan arah ke Surabaya, maka saya memutuskan untuk menunggu kedatangan bus di perempatan Balen.Tapi karena beberapa kendala, kita benar-benar baru bisa berangkat pada pukul 5.00 WIB.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu 5 jam. Cuaca terlihat mendung sehingga tidak begitu terasa. Setelah berputar-putar dikawasan Malang-Batu, akhirnya sampailah kita di lokasi wisata yang dituju.

Masih penasaran?

Udah nggak lagi, kaget malahan. Bayanganku, tempatnya nggak seseru ini. 
Karena udah nggak penasaran lagi, bisa dibayangin didalemnya kayak apa. Pasti akan ada banyak wahana-wahana pembelajaran. Coba tengok....



















Pas lagi di wahana botani, saya tertarik sama tanaman yang satu ini, bentuknya ditata sedemikian rupa sehingga jadinya rapi dan lucu kayak gini...



Kemudian yang mengesankan lagi adalah masuk kedalam rumah terbalik. Dari luar wahana, udah kelitan sih kalo  rumah ini bentuknya kebalik, jadi bisa dibayangin kalo nanti didalemnya semuanya juga pasti terbalik. Tapi, taukan anda kalo rumah terbalik itu terinspirasi dari mana? Yappp... disitu nilai edukasinya. Rumah terbalik ini dibuat karena terinspirasi oleh bencana badai Sandy. Badai Dandy adalah badai tropis yang mempunyai diameter terbesar sepanjang sejarah, dengan hembusan angin sejauh 1,100 miles (1,800 km). Badai ini sangat fenomenal di kawasan Amerika. Jadi ketika memasuki rumah ini, pengunjung nggak cuma ngliat benda-benda yang terbalik aja, tapi juga turut meraasakan bagaimana seandainya pengunjung pada saat itu sedang berada didalam rumah yang terkena badai Sandy. Luar biasa...








Disini, banyak banget flora dan fauna. Mulai yang biasa sampai yang langka dan hampir punah. Termasuk tumbuhan yang satu ini, tumbuhan yang udah biasa dimata saya karena buanyak banget tumbuuh disamping rumah. Musa paradisiaca.


Dan yang paling saya suka dari taman ini adalah disetiap sudut selalu ada pesan-pesan menarik untuk selalu menjaga lingkungan sekitar kita.






Puas berkeliling taman, saatnya mengisi perut. Karena pengunjung hari itu cukup ramai, maka saya putuskan memilih menu yang simple aja. Semacam nasi goreng, tapi setelah melihat platingnya, saya jadi ingat kalo nasi goreng ini mirip banget sama omurice yang ada di drama korea Rooftop Prince. Hehehe...
Omurice ala Eco Green Park

Omurice ala Rooftop Prince

Itulah liburan hari pertama saya, cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan juga liburan disini. Sangat direkomendasikan untuk wisata anak-anak atau para siswa. Awalnya penasaran, akhirnya myenangkan. Selamat berlibur ^^


Ceritaku di #ABFI2013

Mungkin ini jadi pengalaman pertamaku ikut ajang festival blogger se-ASEAN. Dulu pas dapet kabar dari temen-temen komunitas blogger Bojonegoro soal undangan dari ASEAN blogger, langsung wow gitu ekspressinya. Ehh, keturutan juga akhirnya tgl 9 Mei aku berangkat ke Solo.

Well kita berangkat rombongan dari blogger se-Jawa Timur, tepanya dari terminal Purabaya Surabaya. Ada 2 bus yang mengangkut para blogger ini. Deadline-nya kita berangkat dari Surabaya pukul 07.00 tapi yang namanya orang Indonesia ya, suka banget sama karet, jadi deh berangkatnya molor sampek jam 09.00.

nunggu bis sama temen-temen blogger Bojonegoro

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam, akhirnya sampai juga di Solo, tepatnya di Kusuma Sahir Prince Hotel. Disitu nantinya pusat semua kegiatan akan berlangsung. Tapi mungkin karena saking banyaknya peserta, untuk urusan menginap, sebagian partisipan blogger lainnnya termasuk saya dan 3 rekan saya dari komunitas blogger Bojonegoro ditempatkan dilain hotel yakni di Sahid Jaya Hotel. Selebihnya menginap di Kusuma Sahid Prince Hotel. Jaraknya nggak begitu jauh kok dari.







Day 1

ASEAN Blogger festival kali ini punya tema " Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage in  Southeast Asia". Acara pertama dimuali dengan jamuan makan malam bertajuk "welcome dinner participant ASEAN blogger festival 2013" yang bertempat di Loji Gandrung (rumah dinas walikota Surakarta). Diwajibkan pakai batik dan seperti inilah kira-kira suasananya.

Tentang #KarapanSapi2013 Anti Kekerasan

Karapan sapi, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karapan sapi adalah sebuah perlombaan pacuan sapi yang berasal dari pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain. Trek arena pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh detik sampai satu menit.

Berawal dari keresahan para pemilik sapi kerapan akan sedikitnya event perlombaan karapan sapi, terutama di kabupaten Bangkalan, maka PERKASA (Persatuan Karapan Sapi Bangkalan) bekerja sama dengan komunitas blogger Madura atau yang biasa kita panggil mereka plat-m dengan ini menyelenggarakan acara yang bertajuk Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan pada tanggal 30-31 Maret 2013.

Minggu, 31 Maret 2013, pagi-pagi sayapun meluncur ke pulau Madura karena penasaran pengen nonton langsung yang namanya karapan sapi. Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan kali ini diadakan di lapangan Skep Bangkalan, Madura. Dan yang bikin saya lebih semangat lagi buat nonton adalah karena ternyata temen-temen dari komunitas blogger Madura alias plat-m juga turut menjadi panitia dalam acara ini. 

Sekitar pukul 09.00 WIB saya dan temen saya sampai di lokasi. Suasananya sudah ramai dengan para penonton yang berdatangan. Berdasarkan info, hari itu adalah hari terakhir lomba karapan sapi dimana yang diperlombakan adalah sapi-sapi kelas besar yang berasal dari 4 kabupaten di Madura. Bayangin, keren kan??? Sehari sebelumnya (30 Maret 2013) juga diadakan lomba karapan sapi untuk kelas sapi kecil. Disitu, sempat saya dengar juga alunan musik yang ternyata itu adalah musik saronen, yakni musik yang digunakan sebagai penggiring tim karapan sapi (sapi beserta pemiliknya) ketika hendak masuk ke lapangan.

Waktu saya sampai disana, beberapa kali mata saya sudah disuguhi oleh beberapa atraksi karapan sapi. Tapi ternyata itu baru pemanasan aja. Gile... baru pemanasan aja udah seru gitu apalagi pas tanding ya?? Itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Lebih kerennya lagi, joki yang ada di atas sapi-sapi itu ternyata masih anak-anak loh... usianya masih sekitar 7-10 tahun gitu.

Sekitar jam 11.00 WIB lomba karapan sapipun dimulai. Terlihat sisi dilapangan, ada 2 pasang sapi yang sudah bersiap-siap meluncur. Dan tidak lama kemudian sapi-sapi tangguh ini pun berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish. Riuh suara kaleng-kaleng penyemangat ditambah suara sorak-sorai penonton menambah meriah acara yang juga disponsori oleh idblognetwork dan idbuzznetwork ini tiap kali sapi-sapi tangguh itu dipacu di arena kerapan.


Posisi awal saya waktu itu di tribun, nyaman sih tapi kok kayaknya kurang puas ya... akhirnya saya pun memutuskan untuk bergabung dengan temen-temen plat-m di samping arena kerapan.


Meski panasnya pakek banget tapi puasnya juga pakek double banget bisa lihat sapi-sapi yang lari kenceng itu dari deket. Meski agak takut juga, takut sapinya noleh ke saya dan lari ke saya hehehe... Tapi seru...





Nah, karena posisi saya berada didekat arena kerapan, beberapa kali saya lihat bagian tubuh sapi itu ada luka, terutama di bagian pantatnya. Konon ceritanya, ketika sapi-sapi itu dipacu di arena, alat yang digunakan untuk memacu (cambuk) itu diberi paku-paku dan balsem. Tujuannya adalah agar sapi-sapi kesakitan dan larinya semakin kencang. Bisa dibilang, semakin disakiti, semakin kecang sapi-sapi itu akan berlari. Tidak hanya dibagian pantat, tapi di bagian mata juga biasanya diberi balsem dengan tujuan yang sama.


Tapi diacara Karapan Sapi 2013 kali ini anti kekerasan kok. Penyelenggara dalam perlombaan ini seolah ingin menyampaikan bahwa Karapan Sapi itu tidak seharusnya menggunakan kekerasan. Disamping tidak etis melukai seekor hewan demi sebuah permainan, dalam agama pun kita dilarang menyakiti hewan. Bisa dilihat, para joki di Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan ini tidak menyertakan paku pada alat cambuknya. Jadi luka-luka yang ada di pantat sapi itu tidak seberapa dan hanya berasal dari cambuk biasa saja.


Meskipun ini baru pertama kalinya saya nonton tapi saya sudah merasakan bahwa betapa unik dan meriahnya salah satu budaya dari pulau Madura ini yang sangat disayangkan kalau sampek ditinggalkan begitu saja oleh para warga Madura. Apalagi kalau harus diwarnai kekerasan seperti yang saya bahas diatas itu. Karapan sapi itu punyanya Madura, Madura punya Karapan sapi. Sungguh 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Semoga dengan terselenggaranya acara ini, bisa terus melestarikan budaya Madura terutama untuk kalangan pemudanya untuk terus mengembangkan konten positif tentang Madura. 

Sekali lagi, selamat atas terselenggaranya Karapan Sapi 2013 Anti Kekerasan. Di tunggu event yang lebih seru lagi dan teruslah menduniakan Madura.



Photobucket
Photobucket