Tampilkan postingan dengan label Insan Permata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insan Permata. Tampilkan semua postingan

This Week

Alhamdulillah sudah hari Jum'at. Itu artinya libur akhir pekan sudah tiba. Banyak yang terjadi minggu ini. Pertama, dari hari Senin kemarin banyak banget muridku yang nggak masuk sekolah gara-gara sakit. Emang sih lagi musim pancaroba, anak-anak yang tingkat imunnya rendah pasti rentan banget kena penyakit. Ditambah lagi hari Jumat pekan lalu kita satu kelas abis bussiness day, yang jualan banyak yang dapet untung, jadi jajan mereka sembarangan selepas pulang sekolah.

Kedua, dari sekian banyak yang sakit itu, ternyata beberapa diantaranya adalah para jagoanku, para jagoan kelas 1a yang tiap harinya nggak bisa diem. Jago ngomong, jago rame, jago bikin ulah, tapi jago juga akademik dan tahfidznya. Adalah Tegar dan Farrel. Tegar sampai hari inipun masih belum masuk sekolah. Tadi pagi sempet berkunjung ke rumahnya. Kena radang tenggorokan ternyata. Hummm... jadi kangen sama mereka :(

Ketiga, seminggu ini aku sering single. Partnerku beberapa kali nggak bisa iikut masuk kelas karena ada urusan yang nggak bisa di tinggalkan. Tapi nggak apa-apa sih..  aku suka tema pelajaran kali ini. Aku jadi banyak belajar mengelola kelas meskipun sendirian.

Mungkin masih ada beberapa kejadian yang aku udah lupa di minggu ini. Yang pasti aku sudah melakukan tugasku dengan baik minggu ini. Semoga berkah dan bermanfaat buat para generasi robbani ini. Aamiin...

Happy weekend guys... love you :*

Awalnya Penasaran | Holiday Part 1

Iya, awalnya emang penasaran sama destinasi wisata yang satu ini yang digagas oleh beberapa temen ustadz/ustadzah disekolah. Karena kalo nggak penasaran, saya nggak mungkin ikut di perjalanan kali ini. Setelah melalui beberapa opsi, akhirnya diputuskanlah rihlah kita semester ini adalah ke Eco Green Park, Batu, Jawa Timur.

Begitu mendengar namanya, reflek tangan ini langsung searching di google soal tempat itu. Setelah membaca beberapa artikel, kurang lebih kesimpulanku semacam taman wisata edukasi gitu.

Dan akhirnya tibalah di hari paling menyenangkan itu. Total temen-temen ustadz/ustadzah yang ikut sekitar 30 orang. Rencana awal berangkat dari SDIT pukul 4.30 WIB dengan menggunakan bus kecil. Karena rumah saya sejalur dengan arah ke Surabaya, maka saya memutuskan untuk menunggu kedatangan bus di perempatan Balen.Tapi karena beberapa kendala, kita benar-benar baru bisa berangkat pada pukul 5.00 WIB.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu 5 jam. Cuaca terlihat mendung sehingga tidak begitu terasa. Setelah berputar-putar dikawasan Malang-Batu, akhirnya sampailah kita di lokasi wisata yang dituju.

Masih penasaran?

Udah nggak lagi, kaget malahan. Bayanganku, tempatnya nggak seseru ini. 
Karena udah nggak penasaran lagi, bisa dibayangin didalemnya kayak apa. Pasti akan ada banyak wahana-wahana pembelajaran. Coba tengok....



















Pas lagi di wahana botani, saya tertarik sama tanaman yang satu ini, bentuknya ditata sedemikian rupa sehingga jadinya rapi dan lucu kayak gini...



Kemudian yang mengesankan lagi adalah masuk kedalam rumah terbalik. Dari luar wahana, udah kelitan sih kalo  rumah ini bentuknya kebalik, jadi bisa dibayangin kalo nanti didalemnya semuanya juga pasti terbalik. Tapi, taukan anda kalo rumah terbalik itu terinspirasi dari mana? Yappp... disitu nilai edukasinya. Rumah terbalik ini dibuat karena terinspirasi oleh bencana badai Sandy. Badai Dandy adalah badai tropis yang mempunyai diameter terbesar sepanjang sejarah, dengan hembusan angin sejauh 1,100 miles (1,800 km). Badai ini sangat fenomenal di kawasan Amerika. Jadi ketika memasuki rumah ini, pengunjung nggak cuma ngliat benda-benda yang terbalik aja, tapi juga turut meraasakan bagaimana seandainya pengunjung pada saat itu sedang berada didalam rumah yang terkena badai Sandy. Luar biasa...








Disini, banyak banget flora dan fauna. Mulai yang biasa sampai yang langka dan hampir punah. Termasuk tumbuhan yang satu ini, tumbuhan yang udah biasa dimata saya karena buanyak banget tumbuuh disamping rumah. Musa paradisiaca.


Dan yang paling saya suka dari taman ini adalah disetiap sudut selalu ada pesan-pesan menarik untuk selalu menjaga lingkungan sekitar kita.






Puas berkeliling taman, saatnya mengisi perut. Karena pengunjung hari itu cukup ramai, maka saya putuskan memilih menu yang simple aja. Semacam nasi goreng, tapi setelah melihat platingnya, saya jadi ingat kalo nasi goreng ini mirip banget sama omurice yang ada di drama korea Rooftop Prince. Hehehe...
Omurice ala Eco Green Park

Omurice ala Rooftop Prince

Itulah liburan hari pertama saya, cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan juga liburan disini. Sangat direkomendasikan untuk wisata anak-anak atau para siswa. Awalnya penasaran, akhirnya myenangkan. Selamat berlibur ^^


Petualangan Sang Juara

Ini adalah kesekian kalinya saya berkunjung ke tempat ini. Kebun Belimbing Ngringinrejo. Mungkin udah pada tau ya sekarang. tempat ini belakangan mulai diangkat oleh Pemerintah Kabupaten sebagai ikon wisata kabupaten Bojonegoro. Tapi jauh sebelum itu, jauuuh bingit, saya bersama teman-teman blogger udah terlebih mencium aroma potensi wisata disini dan kita pun mulai berkunjung dan rajin menulis segala sesuatu tentang tempat ini. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke tempat ini....


Dan setelah sekian kali berkunjung, ini terakhir kali saya berkunjung ke tempat ini. Kira-kira sekitar 1 tahun yang lalu. Waktu ada acara ini...




Waktu itu ada kunjungan tokoh nasional (diantaranya bapak wakil menteri ESDM dan Garin Nugroho) ke Bojonegoro yang kebetulan diajak mampir ke kebun belimbing oleh Kang Yoto dan saya beserta temen-temen Blogger Bojonegoro turut diundang dalam acara tersebut.

Dan di akhir November ini, saya kembali berkunjung ke kebun belimbing ini. Dengan suasana yang berbeda pastinya. Kali ini saya berkunjung bukan bersama teman-teman blogger, bukan dengan rekan Relawan TIK, dan bukan juga dengan keluarga. Kali ini saya berkunjung bersama krucil-krucil SDIT Insan Permata Bojonegoro.

#FYI dalam setiap semester di SDIT Insan Permata diadakan semacam integeral learning atau yang biasa kita sebut IL. IL biasanya diadakan per jenjang kelas sesuai dengan tema pelajaran yang ada pada pembelajaran jenjang kelas tersebut. Dan kebetulan, IL kelas 1 pada semester 1 ini mengambil tema "Petualangan Sang Juara". Ceritanya, para juara ini akan belajar menanam dan merawat pohon belimbing Nringinrejo.

Setelah sebelumnya team teching kita melakukan survey dan konsultasi dengan bapak kepala desa, bapak Imam Syafi'i, akhirnya pagi itu kita berangkat ke kebun belimbing dengan menggunakan bus mini.



Nyampek lokasi, anak-anak langsung dipersilakan untuk duduk dengan tertib dan mendapat pengarahan dari kepala desa Ngringinrejo mengenai profil kebun belimbing termasuk festival belimbing yang baru saja diadakan beberapa hari sebelum kami berkunjung kesana. 


Setelah mendapat pengarahan, mereka kemudian diajak untuk mengunjungi kebun tempat belajar menanam pohon belimbing. Disini mereka kembali mendapatkan materi belajar tentang cara menanam pohon belimbing oleh bapak Suwoto. Dan tanpa menunggu lama, mereka pun segera mempraktekkan ilmu yang baru saja mereka terima.



Selepas itu, mereka diberikan worksheet seputar cara menanam buah belimbing. Setelah selesai, mereka kita ajak untuk berkeliling kebun belimbing sambil mencari-cari kebun belimbing yang cocok untuk kita petik buahnya. Dan setelah menemukan lokasi untuk memetik buah belimbing, mereka pun dengan gembiranya memetik satu buah yang masak. 



Puas berkeliling dan memetik buah belimbing, petualangan kita lanjutkan dengan out bond. Lokasinya tidak jauh dari kebun. Disini ada lapangan yang bisa digunakan untuk berkemah, out bond dan sebagainya. Coba lihat aksi mereka disini...




Lucunya lagi, liat aksi mereka yang ini. Mereka bener-bener berbeda ketika merekasedang berada dikelas. Coba tengok...


Ini Hanin (1B). Di kelas dia agak pendiem gitu. Tapi diisni dia cekatan banget nglewatin tangga bergoyang
 Kalo ini Hafiidz (1C). Dia juga pendiem waktu dikelas dan sehari-harinya masih butuh pendampingan penuh dari ustadzahnya. Tapi disini, dia PD banget nglewatin beberapa rintangan ini, tanpa bantuan siapapun. Coba liat tatapan matanya! Begitu meyakinkan, sodara-sodara!



Berbeda dengan yang dua tadi. Yang ini justru sebaliknya. Gaza termasuk anak yang kinestetik, sedangkan Arya akademiknya bagus banget ketika dikelas, tapi disini, mereka berdua sama sekali nggak berkutik. Nggak berani naik pohon sampek semua peserta habis. Akhirnya dengan segala bujuk dan rayu dari ustadzahnya, jadilah mereka sedikit memberanikan diri. Dan Inilah ekspressi mereka berdua....





Dan inilah para jagoan 1A
Fajri yang dengan lebay-nya pura-pura takut naik flying fox

Zufar yang dengan santainya bersiap menaiki flying fox

Dan Hisyam yang selalu dengan jahilnya ganggu sahabatnya, Wildan yang lagi gugup banget

Finally, mendung mulai bergelantung  dilangit Ngringinrejo sehingga kamipun harus segera mengakhiri IL pada hari ini. IL hari ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada bapak Imam Syafi'i oleh perwakilan siswa. Kami pun pulang dengan perasaan sangat senang dengan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Terimakasih semuanya, buat anak-anakku tersayang kelas 1, buat pak Imam Syafi'i beserta para petaninya, dan khususnya buat semua crew IL kali ini (us. Fatimah, us. Nanin, us. Ummu, us. Ai, us. Laily, us. Nurma, ustd. Afif, ustd. Tono, dan ustd. Putra).


all crew

#FYI lagi, ini adalah pengalaman pertamaku dan alhamdulillah... luar biasa... Allahu Akbar!! Yess!!