Konten Lokal Yang Di Butuhkan Indonesia

Tidak bisa di pungkiri seiring berkembangnya teknologi dan informasi, terkadang kita sebagai seorang anak bangsa sedikit melupakan identitas diri sebagai bangsa yang berbudaya. Adapun identitas bangsa itu bisa diartikan dalam berbagai hal. Salah satu contohnya adalah bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang banyak budayanya. Tetapi ironisnya, seiring dengan perkembangan jaman, konten-konten lokal yang menjadi identitas itu seakan dilupakan sendiri oleh penduduknya. Lalu jika keadaan sudah seperti itu, sebagai anak bangsa yang tentunya masih cinta dengan budaya lokal, apa yang seharusnya kita lakukan? Pastinya banyak sekali hal-hal positif yang bisa kita lakukan sebagai bentuk cinta kita terhadap konten lokal Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengangkat konten lokal yang sekarang sedang dibutuhkan oleh Indonesia. Akan menjadi hal yang sangat menggembirakan ketika dalam mengangkat konten-konten lokal itu kita (terutama blogger) didukung sepenuhnya oleh XL Axiata (XL Konten Seru). XL Axiata disini dimaksudkan agar kita sebagai anak bangsa untuk tidak melupakan konten-konten lokal agar xlalu cinta Indonesia. Dengan mendukung  konten lokal Indonesia maka secara tidak langsung kita tidak akan melupakan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan budaya. Lalu, konten seperti apa yang sekarang dibutuhkan oleh Indonesia?

terlihat seperti sebongkah batu
Banyak sekali. Saya contohkan disini adalah konten lokal yang berupa visual, contohnya adalah wisata sejarah seperti makam wong kalang yang ada di kabupaten BojonegoroMungkin bagi sebagian penduduk Bojonegoro sendiri belum banyak yang mengetahui tentang makam bersejarah ini. Makam wong kalang ini sebenarnya bisa menjadi konten lokal andalan Bojonegoro jika dikelola dengan baik. Makam ini kurang lebih bentuknya seperti peti kubur batu yang dalamnya 60 cm yang terletak di lereng pegunungan kapur utara di desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Dulu jumlahnya sekitar 100 lebih, akan tetapi seiring berjalannya waktu hanya tinggal 9 makam yang saat ini masih bisa ditemui. Adapun situs sejarah ini memang di klaim oleh pemerintah setempat sebagai salah satu objek wisata daerahnya tetapi pada kenyataannya sarana dan prasarana di tempat ini belum begitu sempurna. Jadi jangan heran, masyarakat setempat saja masih kurang berminat mengunjungi situs sejarah ini dan lebih memilih mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan yang ada di kota atau bahkan keluar kota.
akses menuju makam
Jadi menurut saya, konten lokal seperti itulah yang sedang dibutuhkan oleh Indonesia. Konten lokal yang berupa visual, seperti yang saya contohkan wisata sejarah. Ya, Karena dengan sejarah kita akan mengetahui asal usul diri kita, darimana kita berasal, dan masih banyak lagi. Jangan hanya menyebut kita sebagai penerus dari suku inilah, itulah, atau laskar ini dan laskar itu. Apakah kita tahu kebenaran cerita-cerita itu? atau hanya sebatas mitos saja? Maka dari itu, sebagai anak bangsa yang xlalu cinta Indonesia, marilah kita belajar sejarah-sejarah yang ada di Indonesia. Ya... paling tidak sejarah tanah kelahiran kita sajalah. Dengan cara apa? Tentunya juga banyak sekali. Diantaranya dengan banyak-banyak membaca dan menulis tentang situs-situs sejarah, bisa sejarah daerah lain atau daerahnya sendiri yang sekiranya menarik. Dimana kita harus menulis? Bisa juga seperti yang dilakukan oleh para blogger bojonegoro beberapa waktu lalu dalam acara njungok wisata dari ujung ke ujung, yakni mengunjungi situs-situs sejarah itu secara langsung guna mendapat kesan tersendiri yang kemudian kesan itu di tulis dalam blog masing-masing. Barangkali itu adalah salah satu langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari yang bisa di jadikan implementasi guna mendukung konten lokal Indonesia.

9 komentar:

Posting Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...