Ceritaku di #ABFI2013

Mungkin ini jadi pengalaman pertamaku ikut ajang festival blogger se-ASEAN. Dulu pas dapet kabar dari temen-temen komunitas blogger Bojonegoro soal undangan dari ASEAN blogger, langsung wow gitu ekspressinya. Ehh, keturutan juga akhirnya tgl 9 Mei aku berangkat ke Solo.

Well kita berangkat rombongan dari blogger se-Jawa Timur, tepanya dari terminal Purabaya Surabaya. Ada 2 bus yang mengangkut para blogger ini. Deadline-nya kita berangkat dari Surabaya pukul 07.00 tapi yang namanya orang Indonesia ya, suka banget sama karet, jadi deh berangkatnya molor sampek jam 09.00.

nunggu bis sama temen-temen blogger Bojonegoro

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam, akhirnya sampai juga di Solo, tepatnya di Kusuma Sahir Prince Hotel. Disitu nantinya pusat semua kegiatan akan berlangsung. Tapi mungkin karena saking banyaknya peserta, untuk urusan menginap, sebagian partisipan blogger lainnnya termasuk saya dan 3 rekan saya dari komunitas blogger Bojonegoro ditempatkan dilain hotel yakni di Sahid Jaya Hotel. Selebihnya menginap di Kusuma Sahid Prince Hotel. Jaraknya nggak begitu jauh kok dari.







Day 1

ASEAN Blogger festival kali ini punya tema " Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage in  Southeast Asia". Acara pertama dimuali dengan jamuan makan malam bertajuk "welcome dinner participant ASEAN blogger festival 2013" yang bertempat di Loji Gandrung (rumah dinas walikota Surakarta). Diwajibkan pakai batik dan seperti inilah kira-kira suasananya.





Day 2

Meski masih pegel gara-gara perjalanan jauh, tapi pagi itu kita harus siap-siap buat ikut seminar di Tirtasari Room di Kusuma Sahid. Biasanya ada 2 bus yang mengangkut blogger-blogger yang menginapnya di Sahid Jaya. Emang jaraklnya nggak begitu jauh sih tapi lumayan juga kalo harus jalan kaki :D


Nyampek lokasi, pas udah mulai acaranya. mulai dari sambutan menteri luar negeri, presiden ASEAN blogger dan juga sambutan dari Telkom Indonesia.
Baru setelah itu lanjut seminar dengan tema " Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage in  Southeast Asia". Adapun pembicanya adalah bapak menteri luar negeri, Hazairin Pohan, kemudian Thomas Bills dari US Mission to ASEAN dan bapak Muhammad Dian Nafi yang merupakan pengamat sejarah dan budaya.
Diskusi menjadi menarik di iringi MC yang menurutku oke punya dan nggak bikin boring.



Lanjut seminar berikutnya. Kali ini temanya adalah  "AEC : Are we ready for 3015 ?" oleh bapak prof. Hermawan Kertajaya, seorang marketing hebat dari World Marketing Association. Asli, meski bahasa inggrisku masih dibawah rata-rata tapi aku paham bener apa yang diomongin profesor hermawan ini. Keren pokoknya.


Karena hari itu hari Jum'at, waktu serasa berjalan sangat cepat. Kemudian seminar berikutnya adalah dengan tema "The Role of Social Media in the ASEAN Socio-Culture Community Building". Kali ini narasumbernya berasal dari Jakarta Post Digital yakni bapak Budi Putra. Dan seminar terakhir adalah tentang "ASEAN Tourism Potentials" oleh Fransesca Nina Soemitro  (Director of Market Development Information the Ministry of Touris). Sayangnya 2 seminar terakhir ini aku nggak begitu ngikutin. Kenapa? Ngantuk sodara-sodara :D

Day 3

Hari ketiga, masih berlokasi di Tirtasari Room Kusuma Sahid Prince Hotel. Pagi itu acara dimulai dengan country report dari masing-masing perwakilan blogger se-asia tenggara dengan moderator Preetan Rai, blogger dari Singapura. Masing-masing blogger dari perwakilan negara ASEAN ini saling berbagi cerita dan pengalaman menarik tentang negaranya. Dan ternyata Asia Tenggara itu kaya akan budaya loh...


Break out session 1 dimulai tepat setelah coffe break. Kalo aku nggak lupa, kayaknya ada 5 kelas yang dibuka pada waktu itu. Diantaranya adalah ASEAN’s Plans against Cybercrime, Freedom of expression, Internet governance forum, Culinary dan Building bloggers’ communities in ASEAN Member States. Kebetulan aku ikut kelas Freedom of expression dengan narasumbernya tante Indah Nuria Savitri.



Kemudian untuk break out session 2, masih sama, ada sekitar 5 kelas yang dibuka. Diantaranya ada kelas inspiring blogger, traveler blogger, photoblogging, advocacy online dan ASEAN Blogger Action  Plan for ASEAN Community Building. Aku ikut kelas pertama itu, Inspiring blogger yang dipandu langsung oleh Preetam Rai dari Singapura.


Setelah makan siang, acara inilah yang paling di tunggu-tunggu yakni city tour. Ada dua objek wisata yang ditawarkan dimana para peserta hanya boleh memilih satu objek saja. Museeum sangiran dan candi Sukuh. Dua-duanya menarik sih dan pengen kesana semua tapi karane cuma boleh milih salah satu ya udah deh aku pilih ke candi Sukuh aja. 

Adapun kuota peserta yang mengikuti tour ke candi Sukuh memang lebih sedikit dibanding dengan peserta yang ke museum Sangiran. Ya, memang sih jalur untuk menuju ke candi ini memng agak sulit untuk dilalui kendaraan besar seperti bus. Makanya cuma ada sekitar 50 peserta yang mengikuti tour ke candi Sukuh ini dengan menggunakan mobil aja.


Nasib agak sial menimpa mobil yang aku tumpangi dan 1 mobil lainnya. Jalanan waktu itu nanjaknya curam banget, mobilnya nggak kuat dan kayak ada yang kebakar gitu deh. Alhasil kita jalan jalan kaki deh... tapi nggak lama, ternyata mobil yang ditumpangin temen-temen lain yang udah nyampek lokasi, balik turun lagi buat jemput kita-kita yang mobilnya mogok.

Dan inilah kita di candi Sukuh...






Selesai mengenal candi Sukuh dan berfoto-foto ria disana, peserta kemuadian diarahkan kembali kedalam kota Surakarta menuju ke "urban forest". Dulunya aku pikir urban forest itu semacam hutan di tengan kota gitu tapi pas nyampek sana, ternyata nggak ketemu hutannya, lebih mirip lahan kosong dibelakang rumah, hehe

Iya, jadi ceritanya "urban forest" ini baru dalam proses menjadi hutan. Pohon-pohonnya baru ditanam tapi area seperti memancing, bersepeda, area bermain anak sudah ada disini. Urban forest ini letaknya tepat dibantaran sungai Bengawan Solo. Diharapkan dengan adanya urban forest yang 5 tahun kedepan udah bener-bener jadi hutan ini, banjir yang selalu melanda daerah ini tidak akan terjadi lagi.


Belum puas city tour? malemnya kita jalan-jalan lagi ngelilingin kota Surakarta pakek bus tingkat "Werkudoro". Busnya keren cuy, satu-satunya loh di Indonesia. Apalgi kalo duduknya di tingkat, sambil nikmatin segernya udara malem kota Surakarta, hmmm... bener-bener nggak lupa deh



Day 4

pagi-pagi banget hari minggu itu para peserta udah pada heboh gara-gara rebutan pengen naik kereta uap atau yang biasa disebut "sepur kluthuk Jaladara". Beberapa temenku berhasil naik keretanya. Cuma sayang, gara-gara malemnya tidur terlalu larut, jadi deh aku kesiangan dan ketinggalan naik keretanya.

Agak siangan dikit, jam 10 gitu, peserta yang pada ketinggalan naik kereta uap, di jemput sama 2 bis buat diangkut ke keraton kasunanan. Ceritanya, acara penutupannya disana. FYI nih, ternyata nggak sembarangan orang loh yang boleh masuk ke keraton. Jadi beruntung banget kita bisa diundang dan masuk ke keraton hari itu. Acara penutupannya berlangsung begitu khidmad dan meriah. Belum selesai sampai disini, selain disuguhi tari-tarian khas  keraton, setelah acara penutupan selesai peserta pun di jamu makan siang oleh keraton. Para peserta juga dipersilahkan berfoto ria bersama gusti kanjeng ratu dan juga para penari-penarinya. Gimana? Keren kan?


 




Yap... kurang lebih begitulah ceritaku seputar #ABFI2013 kemarin. Seru banget pokoknya... dijamin abis inibakal ketagihan lagi buat liburan ke Solo. Kemarin belum begitu puas soalnya. Aku ucapkan terimakasih banyak kepada blogger ASEAN yang udah ngundang komunitasku buat jadi pastisipan di acara ini. Semoga bisa tetep eksis ngeblog dan siap menuju ASEAN Community 2015. See you next event...


2 komentar:

Posting Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...