Untuk Yang Disana

Katanya, dunia itu sempit ya? Ya, aku baru percaya sekarang. Setelah sekian lama melewati jalan hidup yang penuh dengan ketidaktahuanku akan rencana Tuhan, kali ini aku juga baru tahu dan baru SADAR. Dulu semasa SMA aku pernah punya teman unik di kelas. Pertama, teman sebangkuku yang namanya Rara. Kedua, bangkunya agak jauhan sih tapi kalo aku sama Rara kemana aja dia pasti ngikut dan kita berdua selalu nyuekin dia. Namanya Nashihin. Ini dia yang unik. Masih inget, dulu si Nashihin ini pernah buat akronim dari nama kita bertiga. Navira, Nasihin, Vira, Rara. Tapi emang dasar aku sama Rara males, ya udah deh ujung-ujungnya dia kita cuekin gitu aja. Dan, satu lagi. Pas ada tugas akhir semester pelajaran kesenian, dia rela loh aku kasih peran jadi banci waktu main drama. Yah, meskipun dramanya nggak jadi naik ke panggung tapi aktingnya total banget loh. 

Dia pernah memintaku jadi pacarnya dulu. Tapi nggak pernah tuh aku anggep serius soalnya dari dulu kita kebanyakan bercandanya. Beberapa waktu setelah kelulusan, dia juga masih sering menghubungiku tapi tanggapan dariku tetap sama. Hal itu terus menerus terjadi sampai pada akhirnya mungkin dia capek kali yaa... dan kitapun kehilangan komunikasi.

Para pembaca yang baik dan budiman, dugaan anda benar. Aku baru sadar akan kebaikan-kebaikan yang dia berikan padaku dahulu kala itu. Aku sadar aku begitu tidak menghargainya keberadaannya. Dan kini dia berada di jauh, susah untuk berkomunikasi dan aku menyesal teman...

Lewat postingan ini, aku ingin meminta maaf dan ingin berterima kasih padanya. Mungkin beberapa waktu lalu aku sempat lupa tapi belakangan ini Tuhan mengingatkanku kembali akan keberadaannya. Ketulusannya pada semua orang, aku masih ingat. Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan yang cukup untuknya. Sekali lagi, maaf dan terima kasih banyak... Selamat menjalankan tugas negara... We miss you


Moh. Khoirun Nashihin, Timika, Papua

9 komentar:

Posting Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...