Keindahan Itu KAMU

Kota itu begitu meriah pada hari itu. Tak peduli terik matahari yang menyayat kulit sawo matangnya, hari itu Airi dengan santai sengaja menjelajahi semua isi kota, meski tidak semuanya juga bisa terjelajahi. Senja mulai menampakkan sinarnya. Airi kelelahan dan akhirnya pulang. Sambil menunggu bis kota yang pada hari itu di bandrol gratis berhenti menurunkannya di depan rumah, ia mengeluarkan sebuah catatan kecil dan menuliskan apa yang dia rasakan hari itu.

Entah kenapa ulang tahun Surabaya yang ke 719 ini terasa berbeda bagiku. 4 tahun aku tinggal di kota yang dibilang kota pahlawan ini namun, baru kali ini aku begitu kagum pada kota yang telah memberiku banyak pelajaran hidup. Tidak dapat ku pungkiri, hal ini tidak lain terjadi karena kehadiranmu di hatiku.

Ya, belakangan aku memang kerap kali mencari tahu apa saja yang dekat denganmu. Hasilnya, tiap kali aku ingat apa saja tentang Surabaya, aku ingat kamu. Makanannya, budayanya, tempat-tempat bersejarahnya, termasuk tiap kali aku ingat Persebaya, aku juga pasti ingat kamu. Apalagi ketika aku ingat wadah kader merah dengan simbol pena di dadanya itu, aku pasti ingat kamu dan aku ingin jadi bagian dari itu, aku ingin kembali ke wadah yang dulu aku pernah dibesarkan di dalamnya. Aku rindu suasana itu, sama ketika aku merindukanmu sekarang.

Demi apapun, aku tidak dapat menyembunyikan semua rasa kagumku atas semua keindahan yang ada di dirimu. Pancaran matamu yang tajam, tutur katamu yang sopan, dan semuanya. Semuanya begitu INDAH hingga dengan terpaksa aku harus berkata:

Maaf, aku telah lancang mencintaimu.

Meski aku sadar, pada kenyataanya, aku dan kamu, kita ada di jalan yang berbeda. Semakin aku mendekatimu semakin sadar aku kalau antara kita memang jauh. Keberadaanku benar-benar terlalu jauh untuk menjangkau hatimu. Jadi, apa dayaku, aku  hanya bisa memuji keindahanmu dalam hati ini saja. Tanpa ada seorangpun yang tahu dan jangan sampai ada yang tahu. Biarkan hanya aku saja yang menikmati keindahan itu.

Aku benci baru mengenalmu sekarang
Aku benci telah mencintaimu

7 komentar:

Posting Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...