Tahun Baru, Gunung Pandan dan Blogger Bojonegoro

Merayakan tahun baru mungkin adalah suatu aktivitas yang sudah tidak asing lagi dikehidupan kita. Meski hanya sekedar jalan, tapi pastinya akan menjadi moment tersendiri bagi yang merayakannya. Seperti saya di tahun baru ini. Sebenernya sih bagi saya tahun baru tidak lebih dari sekedar pergantian tahun dan pergantian kalender. Namun ada sesuatu yang tidak biasa di tahun ini, kenapa? karena di pergantian tahun ini saya merayakannya bersama keluarga baru saya, Komunitas Blogger Bojonegoro. Memang belum lama saya bergabung di komunitas ini tapi sepertinya rasa kekeluargaan itu sangatlah terasa. Acara perayaan tahun baru ini sebenarnya adalah buntut dari agenda kita tiap bulan yakni njungok wisata dari ujung ke ujung yang sengaja di adakan tepat di pergantian tahun. Setelah sukses mengadakan njugok wisata ke ujung utara kabupaten Bojonegoro, kali ini nnjungok wisata mencoba menjelajah ujung selatan kabupaten Bojonegoro yang berbatasan dengan kabupaten Nganjuk. Gunung Pandan, itulah tujuan kami.  Tapi tidak hanya itu, masih banyak tempat-tempat menarik lain yang kami kunjungi. Ini selengkapnya...

31 Desember 2011
peserta di waduk pacal
Menurut data yang dilaporkan ada 27 peserta yang mengikuti njungok wisata kali ini. Terdiri dari 15 anggota blogger dan 12 anggota komunitas PAKUPALU (Komunitas 3 IPA 3 SMAN 2 Bojonegoro). Jam 10.00 WIB sudah mulai banyak yang berdatangan di basecamp Blogger Bojonegoro terutama para Blogger Bojonegoro sendiri. Ada mas dedex, mas juna, aryv, mbak lelly, naf'an, fadly, luqmen, lutfi, mas doni, lyla, mbak desy + temennya dan tidak ketinggalan sang inspirator kita om pra. Sedangkan komunitas PAKUPALU menunggu di SMAN 2 Bojonegoro. Sementara mas hery sudah menunggu di lokasi pertama. Semua peralatan seperti pancing, kembang api dan lainnya sudah siap dan sekitar setengah jam kemudian perjalanan dimulai menuju lokasi njungok wisata pertaman yakni, Waduk Pacal. Perjalanan membelah hutan jati Temayang pun dimulai. Sesampainya disana cuaca memang panas tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk memancing.

Tapi apa daya sodara-sodara, mungkin nasib baik tidak berpihak pada kami, tidak ada satu ikanpun yang kami dapat. Atau mungkin para ikan disini sedang cuti tahun baru atau bisa juga memang kami yang nggak bisa mancing :D. Tapi ya sudahlah... tak ada ikan, beli di pasarpun jadi. Gagal memancing, kami lanjut menikmati indahnya pemandangan waduk Pacal dan berfoto-foto ria. Setelah ,kurang lebih dua jam di tempat ini, perjalanan kami lanjutkan ke tujuan utama, yakni Gondang, sekitar 53 km ke selatan dari arah Bojonegoro dan sepanjang jalan disuguhi hutan jati dengan jalan yang berlilku. Ada apa aja di sana? Apa aja boleh... seru banget pastinya. Benar-benar perjalanan yang memicu adrenalin bagi yang baru melewatinya seperti saya. Masuk angin? ya, sempet juga masuk angin dan semacam mabuk perjalanan gitu. Ahh... memang kurang profesional diriku ini. Setelah beristirahat beberapa kali, kemudian sampailah pada tempat tujuan, desa kecil Krondonan kecamatan Gondang. Udara sejuk begitu terasa ketika kami memasuki desa ini meskipun hari sudah sore. Suasana tenang dan damai juga sangat terasa didesa ini.
SMPN 2 Gondang, desa Krondonan

Di njungok wisata kali ini kami menggunakan SMPN 2 Gondang sebagai tempat camp kami. Di disekolah ini juga sang inspirator kita, om pra berbagi ilmu pada murid-muridnya. Setelah beristiharat agak lama, saatnya kita makan... Adalah seorang Ibu Heny, rekan guru dari om Pra di sekolah ini sudah menyiapkan makan siang eh tepatnya makan sore di kediaman rumahnya yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari sekolah. Tapi sayang cuaca tidak bersahabat dengan kami. Hujan deras turun tiba-tiba pada saat kami akan bersantap ria di kediaman Ibu heny. Tapi bukan Blogger Bojonegoro kalau tidak bersemangat, apalagi soal makan, hujan badai pun akan kami terjang! halah...
Ibu Heny di kediamannya
Setelah puas menikmati hidangan ala Ibu heny, malam sudah menanti dan kami bergegas kembali ke camp unutk persiapan acara selanjutnya. Kurang lebih sekitar pukul 20.00 WIB acara perkenalan di mulai. Kenapa harus ada perkenalan? ya, karena njungok wisata kali ini terdiri dari 2 komunitas, Komunitas Blogger Bojonegoro dan Komunitas PAKUPALU. Gokil juga ternyata anak-anak PAKUPALU ini, rame dan nggak bisa diem. Obrolan ini terus berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB sambil menunggu hujan reda. Sesuai rencana, sekitar pukul 23.00 WIB kami mulai mempersiapkan api unggun meski gerimis masih turun. Susah juga sih sebenernya menyalakan api di tengah gerimis tapi dengan bersusah payah, akhirnya nyala juga api unggun kita.
Dan inilah saat yang paling di tunggu, detik-detik pergantian tahun 2011 ke tahun 2012. Di desa yang terpencil ini, dengan suasana pedesaan yang tenang, damai dan benar-benar jauh dari kebisingan ini kami panjatkan harapan-harapan kami di tahun 2012 mendatang. Tentunya dengan perjuangan tidak gampang untuk menuju desa ini, kami sadar harapan-harapan kami di tahun depan juga pasti penuh perjuangan seperti ini. Di awali dengan doa bersama, kami pun menyambut tahun baru 2012 dengan penuh suka cita.
api kita sudah menyala...

berdoa sejenak

kembang api di langit Krondonan

1 Januari 2012
Cuaca pagi di hari pertama tahun 2012 di desa Krondonan masih tertutup kabut. Sesuai rencana, petualangan pagi di mulai ke sebuah air terjun yang letaknya tidak jauh dari camp, sekitar 5 km menuruni bukit. Jalan menuju lokasi cukup susah, licin, berbatu dan perlu menyebrangi sungai yang lumanyan deras arusnya. Tapi itu terbayar sudah ketika sampai disana, menakjubkan. Berasa nggak di Bojonegoro, itu yang ada di pikiran saya. kenapa? karena seumur-umur baru kali ini saya liat air terjun segede itu di Bojonegoro. Ternyata ada juga ya... Keren sodara... Masih terpesona sih tapi perut mulai lapar dan kami pum kembali ke camp untuk menikmati makan pagi.
ini pada belum nandi nih
Puas mengisi perut dengan makanan-makanan ala krondonan, kami bersiap-siap meninggalkan camp dan segera menuju tujuan terakhir, Gunung Pandan. Sekitar pukul 10.00 WIB kami memulai pendakian. Cuaca masih berkabut, jalan licin, berbatu, dan menanjak curam jadi kesan tersendiri bagi kami yang boleh di bilang tidak pernah sama sekali mendaki gunung. Dibutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di puncak gunung ini. Sempat putus asa di tengah jalan karena kami merasa terlalau jauh dan tidak sanggup lagi melakukan pendakian. Harap maklum, kami blogger cuy, bukan pendaki gunung. Kami yang tiap hari online di depan PC tiba-tiba harus mendaki gunung itu adalah sesuatu yang sebenernya agak lucu juga kalau di pikir. Tapi demi nilai filosofis yang terkandung di dalam perjalanan ini, okelah kami lanjutkan.
pendakian ke gunung Pandan
 Dan akhirnya, setelah 2 jam berputar-putar entah sampai berapa putaran dan adzan dhuhur berkumandang, sampai juga kami di puncak gunung Pandan. Yeayyy!!! kami berhasil !!! Kami yang bisa di bilang tidak punya pengalaman apa-apa dalam hal pendakian, dengan peralatan yang terbatas merasa bangga bisa mencapai puncak gunung ini. Meski kaki rasanya sudah mau patah dan agak luka-luka gimana gitu tapi terbayar sudah perjuangan kami. Ternyata nilai itu benar-benar kami rasakan, bahwa untuk mnecapai suatu yang tinggi, suatu yang ada dipuncak, butuh perjuangan yang berat dan tidak mudah. Lalu adakalanya di tengah perjalanan kita akan putus asa. Tapi dengan semangat kebersaamaan dan rasa optimis yang tinggi sesuatu yang tinggi itu akan berhasil di capai. Sungguh...
Pas di puncak, pas pegel-pegelnya
Berada dipuncak selama 1 jam, rasanya cukup dan kami harus turun untuk bersiap pulang ke kota. Masih sama, butuh 2 jam juga untuk menuruni gunung Pandan ini tapi kali ini rasanya beda, perasaan gembira dan puas seakan mempercepat langkah kami. Sesampainya di bawah, istirahat sejenak, lalu lanjut perjalanan pulang.
Kali ini jalan yang kami lewati berbeda dengan jalur yang kami leawti pada saat hari pertama. Kali ini kami melewati sisi lain dari pegunungan kapur selatan tapi dengan tipe jalan yang masih sama, berliku dan melewati hamparan hutan jati. Kami juga melewati "atas angin". Dari sini pemandangan begitu indah.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, sekitar pukul 16.00 WIB kami singgah untuk terakhir kalinya di sebuah warung makan di kawasan Paldaplang. Sekali lagi, kalau urusan makan, kami sungguh luar biasa, di tengah hutan jati pun kami sempatkan untuk mengisi perut. Maklum sejak dari puncak gunung Pandan tadi itu kami belum makan apapun sodara... Menu yang di sajikan cukup menggoda, nasi jagung ditambah kari ayam dan lele penyet siap mengisi perut kami di sore itu. Warung ini letaknya di jalanan antara kecamatan Bubulan dan kecamatan Sekar. Tidak banyak yang kami lakukan disini, selain makan, makan, dan makan. Sekitar setengah jam kemudian, perjalanan kami lanjutkan ke arah Bubulan, kemudian Dander, dan sebelum matahari terbenam kami sudah sampai di basecamp Blogger Bojonegoro. Beberapa peserta njungok wisata dari komunitas PAKUPALU berpamitan dan satu persatu dari kami pun juga akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Searching, Emergency Only, No Servise dan Filosofisnya
Memang sejak memasuki kawasan Waduk Pacal kami susah mendapatkan jaringan sinyal telepon. Apalagi di desa Krondonan dan di Puncak gunung Pandan yang letaknya kurang lebih 53 km dari kota. Nyaris kami tidak bisa menghubungi siapapun di desa ini. Hanya kata-kata searching, emergency only dan no servise yang ada di tampilan hape kami. Jangankan untuk posting dan upload foto, untuk sekedar nge-twit aja harus di tempat seperti ini posisinya diriku.
mesti naik batu kayak gini


sambil jinjit pula

Tapi begini sodara, sebenernya dibalik keterbatasan perjalanan ini, ada suatu makna tersendiri. Menurut penuturan om Pra, memang sengaja kami di bawa ke tempat terpencil seperti ini, tempat yang jauh dari keramaian, tempat yang tidak ada sinyal, tempat yang apa adanya ini dengan maksud agar kita mengetahui, bagaimana sebenarnya mkana tahun baru itu. Bahwa tidak semua orang selalu merayakan tahun baru, bahwa tidak semua orang menganggap tahun baru adalah sesuatu yang sepesial. Seperti di desa ini, malam tahun baru rasanya sama seperti malam-malam hari biasanya. Dan satu lagi maknanya, bahwa di dataran paling tinggi di Bojonegoro ini, di Gunung Pandan ini, kami sisipkan angan dan cita-cita kani kami, setinggi ini, dan kami akan berjuang meraih angan itu sesusah apapun, seperti perjuangan kami menuju puncak gunung ini. Dan setinggi puncak gunung inilah semangat kami.

 
Yah... kurang lebih seperti itulah perjalanan saya di pergantian tahun kemarin. Sangat berkesan menurut saya karena seumur-umur baru kali merayakan tahun baru dengan cara seperti ini dan bersama teman-teman seperti ini... Meski sampai postingan ini terbit kaki saya masih lumayan sakit banget tapi demi Blogger Bojonegoro, okelah. Tidak banyak yang saya harapkan di tahun 2012 selain di beri kesehatan cukup  dan kelancaran dalam menjalani hidup. Dan untuk keluarga baru saya, Komunitas Blogger Bojonegoro, semoga apa yang di cita-citakan di tahun 2012 bisa tercapai. Semoga makin kompak, makin kreatif, terus berkarya sesuai visi dan misinya, dan makin matoh pastinya. 

Dari saya, Selamat tahun Baru 2012











foto selengkapnya disini  by om Pra dan mas Hery

21 komentar:

Herry Kusdianto mengatakan...

Wah matoh,,, pdhal aku foto2 drimu nyari signal ntu ndk sengaja loh, tp kok bermanfaat juga yah buat bhn post ..hehe

Vira mengatakan...

@mas Hery
hahaha oke mas, makasih banyak aku, berarti berbakat jadi fotografer ni :D

Anonim mengatakan...

Mantabs ceritanya... lanjutkan... hanya koreksi dikit. Warung di Paldaplang itu diantara Bubulan dan sekar (bukan Gondang).

Tapi ok. sip. trus.. yang muda harus rajin posting kayak gini...

omPra

surya ramadhan mengatakan...

sip... kompak selalu blogger bojonegoro

salam blogwalking

SlameTux mengatakan...

Seru banget acaranya... tapi kurang keren... soalnya diriku gak diajak... hehehe :D
kapan-kapan donk ngadain acara bareng Plat-M.

tiket pesawat murah mengatakan...

kayaknya asik nih tempatnya,.
jadi pengen nih kesana biar cuma sebentar aja

Putrie Jrs mengatakan...

kok enak mbak diri kau..
huhuhu
jalan-jalan muluu..

aku malah terserang demam dadakan di rumah, Mbak
aaa, ngiri aku ngirii..!!!

Aryv Kurniawan mengatakan...

hii. apikk

fauns mengatakan...

Weh layakman di sms ga ada yang bales,,,,

Vira mengatakan...

@om Pra
hahay iya maaf pak saya lupa itu warung pastinya letaknya dimana

Vira mengatakan...

@Surya Ramadhan
amin mas cuy... salam blogger

selamat tahun baru 2012

Vira mengatakan...

@SlameTux
yaelah mas... kan kemaren udah ane kasi tau gitu kalo ane mau manjat gunung

okelah kapan2 kita buat acara lg
btw apa kabar blogger traktirannya? :D

Vira mengatakan...

@tiket pesawat murah
boleh mas cuy kalo mau ke sini, alamnya masih asli...

Vira mengatakan...

@Putri Jrs
waaa... ternyata kau sakit ta dek?
cepet sembuh yak...

kapan2 mainlah ke bojonegoro :D

Vira mengatakan...

@Aryv Kurniawan
suwun lek... besok-besok jalannya yg lebih seru lg yak :D

Vira mengatakan...

@fauns
iya mas faun...sumpah susah banget dapetin sinyal

Mytha Pertiwi mengatakan...

Like

Vira mengatakan...

@Mytha
sampean kok ndak ikut sih kemaren mbak.... :(

umar faruq mengatakan...

temen2 blogger bojonegoro mungkin bisa memberi peta lengkap rute menuju air terjun krondonan di dese krondonan kec gondang...karena sya liat tadi bagus dan indah sekali...say kagum ternyata kita punya air trjun yang indah,,g kalah sama gnlirip tuban..yang selama ini lebih kita kenal. sangat perlu sekali di publikasikan ke masyrakat umum khususnya masyarakat bojonegoro sendiri...

ayo kita majukan wisata bojonegoro

Djunaidi mengatakan...

Matoh pokoe pengen rono maneh...

Bromo Travelling mengatakan...

artikel dan foto-fotonya keren keren boss.. Terimakasih infonya

Poskan Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...