Keep Your Dear Ones

Adalah aborsi, sebuah istilah medis yang kemudian paling gampang jaman sekarang diterjemahkan sebagai "pengguguran kandungan". Istilah yang seumur-umur jarang melintas di pikiran saya dan tiba-tiba bebarahari belakangan sepertinay agak menghantui hidup saya. Dan secara nggak sengaja browsing ketemu referensi seperti ini
Pertama yang harus dideklarasikan bahwa aborsi bukanlah semata hal medis atau kesehatan masyarakat, melainkan juga merupakan problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan yang dianut suatu masyarakat. Paham asing ini tak di ragukan lagi menjadi pintu masuk bagi merajalelanya kasus-kasus aborsi, dalam masyarakat manapun. Data-data staristik yang ada telah membuktikannya. Di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, dua badan utamanya, yaitu Federal Centers of Disaese Control (FCDC) dan Alan Guttencher Institute (AGI), telah mengumpulkan data aborsi yang menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika Serikat - yaitu lebih dari 2 juta jiwa- lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang di bunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu. Sebagi gambaran, jumla kematian orang Amerika Serikat dari tiap-tiap perang adalah: Perang Vietnam 58.151 jiwa, Perang Korea 54.246 jiwa, Perang Dunia II 407.316 jiwa, Perang Dunia I 116.706 jiwa, Civil War ( Perang Sipil) 198.332 jiwa. Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam perang jika digabungkan sekaligus. (gaulislam.com)
Ternyata jumlahnya cukup signifikan. Kenapa saya katakan di atas bahwa belakangan "aborsi" itu menghantui hari-hari saya? Ya, itu karena beberapa hari yang lalu, entah mimpi apa ada salah satu teman dekat saya mengakui bahwa dirinya telah melakukan hal itu.  Pastinya dia bilang juga dia sudah melakukan hubungan yang terlarang itu di luar nikah (udah ngerti sendiri kan yang di maksud vira :D) Na'udzubillah. Bener-bener nggak nyangka. Sosok teman yang menurut saya punya akhlak dan pergaulan yang baik bisa melakukan hal semacam itu. Sebagai sosok teman yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri, karena sama-sama berada jauh dari keluarga dan harus berjuang mempertahankan hidup di Surabaya selama 3 tahun, kabar ini tentu sangat sulit untuk saya terima.  Ada 4 teman yang sampai saat ini bisa di bilang best friends-lah, lalu dari ke-4 orang itu pastinya kita sudah sama-sama tau kebaikan dan keburukan masing-masing. Dan dia ada di salah satunya. Sebenernya dari 2 tahun yang lalu saya sudah mulai curiga, tapi karena nggak pengen su'udzon sama dia, akhirnya saya putuskan untuk menghiraukan pikira jelek saya itu. Tapi beberapa bulan belakangan, tingkah lakunya sangat mencurigakan sampai pada akhirnya dia mengakui akan hal itu (aborsi). Bingung antara kaget, marah, penge n nge-bully, pengen menghindar, ngrasa bersalah juga dan belum bisa sepenuhnya percaya. Meski mungkin bukan hal yang baru lagi di kota besar seperti ini, cuma kebetulan dari kecil saya sudah di didik untuk benar-benar jauh dari hal semacam ini tapi kenyataan sekarang mengatakan hal itu sangat dekat dengan hidup saya sekarang.
Jadi bisa saya katakan disini, jaga baik-baik orang-orang di sekitar anda. Sebaik-baik yang kita lihat di luar pribadi seseorang sebenarnya antara sadar dan khilaf itu tipis sekali bedanya. Berfikir positif, dewasa, dan terbuka juga perlu kita tanam baik-baik di diri kita agar ketika kita menerima suatu kenyataan pahit di luar dugaan kita, selanjutnya kita bisa ngambil keputusan yang baik dalam menyikapi kenyataan itu. Semoga bermanfaat.

3 komentar:

Posting Komentar

kalo mau nyampah juga boleh...